Dalam agama Islam mencari atau menuntut ilmu hukumnya wajib, tanpa terkecuali baik kecil maupun besar, muda maupun tua, kaya maupun miskin. Wahyu pertama yang diturunkan merupakan perintah membaca (iqra) yang berarti bacalah. Membaca merupakan jembatan pertama untuk mendapatkan ilmu. Sebagian besar ulama menafsirkannya kalimat iqra’ sebagai tuntutan atau seruan kepada kita dalam menuntut ilmu.
Ilmu merupakan warisan para nabi yang tentunya sangat penting untuk digali dan
dikembangkan dalam rangka kemanfaatan diri dan umat sehingga lebih maju dan
lebih dekat denga Sang Pencipta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ
يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ
أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka
hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia
telah mengambil bagian yang banyak.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Ilmu tidak akan
membuat lelah pemiliknya, selalu menjaganya, karena tempat ilmu adalah di dalam
hati, sehingga hal itu tidak membutuhkan lemari khusus ataupun kunci spesial
untuk menjaganya.
Orang-orang yang terus belajar, apalagi belajar dalam ilmu agama, maka Allah
akan memerikan banyak kelebihan-kelebihan kepada mereka yang terus belajar
sampai dijuluki ilmuan atau ahli dalam bidang tertentu, di antara kelebihan itu
adalah:
1. Dia akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt.
يَرْفَعِ
اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ
دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
“Allah mengangkat orang-orang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (Al-Mujadalah: 11)
2. Dia akan dimudahkan jalannya ke surga.
Surga adalah idaman setiap muslim. Bahkan, menjadi janji dari Allah bagi banyak amalan saleh yang dilakukan oleh umat Islam. Oleh karena itu, menuntut ilmu bisa menjadi salah satu jalan yang bisa kita lakukan untuk menuju surga. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah:
مَنْ سَلَكَ
طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى
الْجَنَّةِ
“Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju surga.” (HR Bukhari dan Muslim)
3. Dia memiliki pahala yang kekal
Semua orang menginginkan tambahan pahala
setelah meninggal. Ilmu yang dimiliki akan menjadikan ilmunya kelak bermanfaat
dan bisa menjadi tambahan amal yang kekal apabila diamalkan oleh para
murid-muridnya. Hal ini akan didapati bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam
menuntut ilmu. Sebab, ilmu tersebut bukan hanya bermanfaat untuk dirinya, tapi
juga untuk orang lain. Rasulullah bersabda:
إِذَا مَاتَ
الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ
وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia,
maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu
yang bermanfaat, dan anak saleh yang mau mendoakannya” (HR Muslim no 1631).
Sumber: https://banten.nu.or.id/ramadhan/pentingnya-menuntut-ilmu-lrUB4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar