Imam Abul Qasim Ali bin Hasan bin Abdullah asy-Syafi’i, atau yang lebih masyhur dengan nama Imam Ibnu Asakir (wafat 571 H), dalam kitab Tarikh Madinah Dimasyq meriwayatkan sebuah kisah tentang cinta, kesabaran, dan syukur. Kisah ini menceritakan tentang seorang laki-laki bernama Imran bin Hattan dan istrinya yang cantik jelita.
Dikisahkan, suatu hari Imran bin Hattan mengunjungi istrinya. Imran merupakan seorang pria tua yang parasnya jauh dari kata tampan, tubuhnya pendek, dan penampilannya sederhana. Sementara istrinya sangat cantik, senantiasa berhias, dan selalu terlihat memesona di mata suaminya. Ketika Imran melihatnya, kekagumannya semakin bertambah dan ia tidak bisa mengalihkan pandangannya.
Sang istri yang menyadari tatapan kagum suaminya pun
bertanya, “Ada apa denganmu?”
Imran menjawab, “Demi Allah, engkau terlihat sangat
cantik hari ini.”
Sang istri kemudian berkata dengan lembut, “Bergembiralah,
karena aku dan engkau akan berada di dalam surga.”
Imran pun terkejut dan bertanya, “Dari mana engkau tahu
hal itu?”
Maka dengan penuh keyakinan, sang istri menjawab:
لِأَنَّكَ
أُعْطِيتَ مِثْلِي فَشَكَرْتَ، وَابْتُلِيتُ بِمِثْلِكَ فَصَبَرْتُ، وَالصَّابِرُ
وَالشَّاكِرُ فِي الْجَنَّةِ
Artinya, “Karena engkau diberi pasangan sepertiku, lalu
engkau bersyukur. Dan aku diuji dengan mendapatkan pasangan sepertimu, lalu aku
bersabar. Orang yang bersyukur dan orang yang bersabar akan berada di dalam
surga,” (Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, [Beirut: Darul
Fikr, 1995 M/1415 H], jilid XXXXIII, halaman 491).
Kisah ini mengandung makna yang sangat dalam tentang
pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Imran
menyadari bahwa memiliki istri yang cantik adalah sebuah nikmat yang besar
dari-Nya, maka ia pun bersyukur. Kisah ini juga mengajarkan tentang pentingnya
bersabar dalam menghadapi ujian. Istri Imran diuji dengan memiliki suami yang
kurang rupawan. Namun, ia bersabar dan tidak pernah mengeluh.
Keutamaan Bersyukur dan Bersabar
Apa yang terjadi dalam kisah di atas memang sudah seharusnya
menjadi pedoman bagi setiap orang dalam menjalani hidup. Berkaitan dengan kisah
tersebut, Rasulullah SAW merasa takjub dengan keadaan seorang mukmin, karena
segala urusannya akan bernilai baik apabila ia bersyukur ketika mendapatkan
nikmat, dan bersabar ketika mendapatkan ujian. Dalam salah satu haditsnya, Nabi
SAW bersabda:
عَجَبًا
لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ
لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ
أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Artinya, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin,
karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal ini tidak dimiliki oleh
siapa pun kecuali oleh orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia
bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya. Dan jika ia tertimpa ujian, ia
bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HR Muslim).
Demikian, syukur dan sabar sejatinya memang harus dijadikan
tameng bagi setiap orang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Keduanya akan
menjaga hati agar tidak mudah goyah oleh perubahan keadaan, baik saat berada
dalam keadaan lapang maupun ketika diuji dengan keadaan sempit.
Hal ini karena sabar merupakan separuh dari iman, dan syukur
pun merupakan separuh dari iman. Maka ketika syukur dan sabar bersatu dalam
diri seseorang, iman pun menjadi utuh dan sempurna.
Dalam beberapa riwayat, sebagaimana disebutkan oleh Imam
al-Baihaqi dalam ensiklopedia haditsnya, disebutkan:
الشُّكْرُ
نِصْفُ الإِيمَانِ، وَالصَّبْرُ نِصْفُ الإِيمَانِ، وَالْيَقِينُ الإِيمَانُ
كُلُّهُ
Artinya, “Syukur adalah separuh dari iman, sabar adalah
separuh dari iman, dan keyakinan adalah seluruh iman,” (HR al-Baihaqi).
Oleh karena itu, marilah kita jadikan kisah Imran bin Hattan
dan istrinya sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan ini. Marilah
senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan, sekecil apa
pun itu. Marilah senantiasa bersabar dalam menghadapi setiap ujian yang
menimpa, seberat apa pun itu.
Dengan bersyukur dan bersabar, insya Allah kita akan menjadi
hamba-hamba Allah yang dicintai-Nya, serta meraih kebahagiaan yang hakiki di
dunia dan di akhirat. Wallahu a'lam.
Sumber : https://islam.nu.or.id/hikmah/kisah-inspiratif-suami-bersyukur-dan-istri-bersabar-yang-masuk-surga-jGrr4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar