Selasa, 22 Mei 2018

Isro' Mi'roj Nabi Muhammad S.A.W.



Pengertian Isra’ Mi’raj
Isra` secara bahasa berasal dari kata ‘saro’ bermakna perjalanan di malam hari. Adapun secara istilah, Isra` adalah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Jibril dari Mekkah ke Baitul Maqdis , berdasarkan firman Allah :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha “ (Al Isra’:1)
Mi’raj secara bahasa adalah suatu alat yang dipakai untuk naik. Adapun secara istilah, Mi’raj bermakna tangga khusus yang digunakan oleh  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk naik dari bumi menuju ke atas langit, berdasarkan firman Allah dalam surat An Najm ayat 1-18.[1]
Kisah Isra’ Mi’raj
Secara umum, kisah yang menakjubkan ini  disebutkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam Al-Qur`an dalam firman-Nya:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Al-Isra` : 1)

Minggu, 06 Mei 2018

Haflah Akhirussanah

HAFLAH AKHIRUSSANAH
MTs-MA-PONDOK PESANTREN AL ADZKAR
PUCANG GADING MRANGGEN DEMAK
TAHUN PELAJARAN 2017/ 2018

Senin, 30 April 2018

Tausiah Oleh Bp. K.H. Shodiq Hamzah
(Pengasuh Ponpes Asy Shodiqiyah Semarang)


Wisudawan Kelas IX

Sambutan oleh Bp.K.H. Drs. Malikun
Pengasuh Ponpes Al Adzkar Pucang Gading

Sambutan Oleh Wali Santri



Wisudawan Kelas XII





Pemberian Hadiah Santri Berprestasi

Prosesi Wisuda

Pemberian Hadiah Wisudawan/ wisudawati berprestasi

Penyerahan Ijazah





Prosesi Wisuda







Kamis, 03 Mei 2018

Mempersiapkan diri untuk bulan yang suci



MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK BULAN YANG SUCI

Oleh : Abah Malikun
(Pengasuh Ponpes Al Adzkar Pucang Gading)



     1.      Pendahuluan

             Waktu terus berlalu; dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun hingga tidak terasa Ramadhan (=bulan suci) hampir tiba kembali. Doa yang diajarkan Rasulullah SAW terus kita ucapkan bahkan menjadi puji-pujian di masjid-masjid atau mushala-mushala, Allahumma barik lanaa fii rajaba wasya’bana wabalighna ramadhana   (=Ya Allah berkahi kami pada Rajab dan Sya’ban serta antarkan kami menikmati keindahan Ramadhan yang suci). Dengan doa tersebut, kita senantiasa diingatkan tentang kesiapan menikmati kesucian Ramadhan.

             Sya’ban merupakan jembatan yang menghubungkan bulan Haram/Rajab dan bulan Suci/Ramadhan. Para ulama menyebul Sya,ban sebagai syahrun litathhirul qalbi (=bulan untuk membersihkan hati) untuk menyongsong bulan suci Ramadhan. Bersih-bersih dalam kenteks tersebut adalah bertobat dari semua dosa agar dalam bulan suci tersebut kita dapat mmerasakan kenikmatannya. Di samping itu, hati harus ditanamkan rasa senang akan datangnya bulan suci Ramadhan karena rasa senang tersebut diberi pahala berupa terhalangnya jasad dari api neraka pada hari kiamat.[1]

             Bagaimana pun keadaan kita, apakah kita siap atau tidak siap, maka bulan Ramadhan pastilah akan datang, dan tentu beruntunglah orang yang sudah mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan, karena dengan persiapan tentu saja hasilnya akan lebih baik. Berbicara tentang persiapan, apa yang mesti kita persiapkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan? Berikut ini, penulis berikan beberapa hal yang dapat kita jadikan referensi.

Nafsu yang ada pada diri manusia

  Dalam diri manusia ada yang namanya nafsu. istilah nafsu yang kita kenal merupakan bahasa arab. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indones...